Dokumen Jeffrey Epstein

Skandal Kerajaan Inggris Terkuak! Adik Raja Charles III Ditangkap 

Raja Charles III (kanan) dan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor (kiri). (foto: Toby Melville/Reuters)

LONDON, RIAUKU.COM  — Dunia dikejutkan oleh peristiwa langka dalam sejarah monarki Inggris modern. Prince Andrew, adik dari Charles III, sempat ditahan polisi pada Kamis (19/02/2026) malam waktu setempat atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Ia kemudian dibebaskan dengan status “released under investigation” atau masih dalam proses penyelidikan.

Penangkapan anggota senior keluarga kerajaan yang berada di urutan kedelapan garis suksesi takhta ini disebut sebagai kejadian yang hampir belum pernah terjadi pada era monarki modern Inggris. Perkara tersebut terkait dugaan pengiriman dokumen pemerintah rahasia kepada mendiang terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Kepolisian Thames Valley Police menyatakan Andrew telah diperiksa selama sehari penuh sebelum akhirnya dibebaskan sementara sambil menunggu proses penyelidikan lanjutan.

Dalam pernyataan resmi Istana Buckingham, Raja Charles menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa keluarga kerajaan akan memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum.

“Saya menerima dengan keprihatinan yang mendalam berita tentang Andrew Mountbatten-Windsor dan dugaan pelanggaran jabatan publik,” ujar Charles.

Ia juga menekankan prinsip yang jarang disampaikan secara terbuka oleh raja kepada anggota keluarganya sendiri. “Perlu saya tegaskan dengan jelas: hukum harus ditegakkan,” katanya.

Meski demikian, sang raja tetap melanjutkan agenda kenegaraan pada hari yang sama dengan menghadiri acara peragaan busana di London tanpa memberikan komentar tambahan kepada media.

Dugaan kasus ini berakar pada dokumen pemerintah Amerika Serikat yang dirilis dalam jumlah besar, lebih dari tiga juta halaman, terkait jaringan Epstein. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa pada 2010, Andrew diduga meneruskan laporan perjalanan resmi mengenai Vietnam, Singapura, dan beberapa negara lain saat menjabat Perwakilan Khusus Pemerintah Inggris untuk Perdagangan dan Investasi.

Ia kemudian mundur dari jabatan tersebut pada 2011 setelah hubungan dekatnya dengan Epstein terungkap ke publik. Sejak saat itu, reputasi publiknya terus menjadi sorotan internasional.

Andrew selama ini membantah melakukan pelanggaran hukum, namun mengakui menyesali pertemanannya dengan Epstein, yang pada 2008 dihukum karena meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur.

Asisten Kepala Polisi Thames Valley, Oliver Wright, menyatakan penyelidikan resmi telah dibuka setelah dilakukan penilaian awal menyeluruh. “Kami memahami besarnya perhatian publik terhadap perkara ini dan akan memberikan pembaruan pada waktu yang tepat,” ujarnya.

Polisi menegaskan bahwa penangkapan tidak berarti seseorang bersalah, melainkan menunjukkan adanya kecurigaan wajar bahwa tindak pidana mungkin terjadi. Jika terbukti, pelanggaran jabatan publik dapat berujung hukuman maksimal penjara seumur hidup menurut hukum Inggris.

Sebelum penangkapan, aktivitas aparat terlihat di kediaman Andrew di Wood Farm, kawasan Sandringham, Inggris timur. Enam kendaraan polisi tanpa tanda serta sejumlah petugas berpakaian sipil dilaporkan berada di lokasi.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi citra kerajaan Inggris di tengah upaya modernisasi institusi monarki. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, seorang anggota inti keluarga kerajaan menghadapi penyelidikan pidana yang berpotensi berdampak hukum berat sekaligus konsekuensi politik besar bagi institusi kerajaan. *03*

 


    Redaksi Riauku.com menerima laporan peristiwa, rilis resmi, serta foto atau video yang memiliki nilai berita.

    Sertakan identitas lengkap untuk keperluan verifikasi redaksi. Setiap informasi akan ditinjau sesuai standar jurnalistik.